Cinta Dunia

Bismillah,,,

Pembaca setia, saya teringat sebuah hadits Rasulullah SAW yang sangat menarik. Pada hadits tersebut, Rasulullah menceritakan tentang kondisi umat islam yang jumlahnya banyak, namun mereka hanya seperti buih, mereka menjadi mangsa bagi kaum yang lain. Tentu kita sangat miris mendengarnya, apakah yang dimaksud beliau itu adalah saat kita sekarang ini? Saya pun penasaran, apakah yang menyebabkan hal tersebut. Alhamdulillah di hadits tersbeut rasulullah menyebutkan sebab hadits tersebut. Anda tahu apa gerangan? Rasulullah menyebutkan bahwa sebabnya adalah….., “umat islam pada saat itu, cinta dunia dan takut mati”. Jelaslah bagi kita semua hal yang menyebabkan kita menjadi seperti kondisi saat ini. Jika pada saat dahulu, para sahabat berlomba-lomba berjihad untuk mati syahid, ternyata kita sekarang bahkan sengaja menjahui pekerjaan mempertaruhkan nyawa untuk membela kebenaran, seperti pekerjaan hakim yang adil, petugas KPK dan BPK yang jujur-tak mau disuap, dan profesi lainnya. Semangat juangnya tak ada. Takut mati!, kita tentu juga tak heran melihat sekarang umat islam gila popularitas, bahkan para da’i pun gila akan popularitas, mereka senang apabila orang memuji mereka, mereka bangga apabila biro haji yang menjadikan mereka sebagai ikon laris manis, mereka bangga apabila kaset rekaman tilawah mereka laris manis, dan lain sebagainya, sebaliknya, mereka kecewa sangat apabila publik kecewa dengan penampilan mereka yang kurang kocak misalnya, atau tilawah mereka yang tidak merdu, dan lain sebagianya. Mengapa kita menjadi begitu cinta dunia? Begitu gila dunia? betapa kita merindukan umat muslim yang tidak cinta dunia, pemimpin yang tidak cinta dunia. Saya pun menghimbau diri saya pribadi untuk tidak menjadi orang yang cinta dunia (gila pujian, sanjungan, senang di sanjung-sanjung,dll) dan juga takut mati. Ya Allah, bantulah kami umat islam, bimbinglah kami wahai Allah, agar kami benar-benar bisa menjadi hamba yang engkau panggil dengan jiwa-jiwa yang tenang. “yaa ayyatuhannafsul muthmainnah, irji’i ilaa rabbika raadiyatan mardhiyah, fadkhuli fi ‘ibadi, wadkhuli jannati”

Wallahu’alam bisshawab. Barokallahu’alaikum jami’a.

Nikmatnya Menghapal Al-Qur’an

Bismillah,,,

Andai semua orang tahu nikmatnya mengahapal al-qur’an, tentu semua orang akan berlomba-lomba menghapal al-qur’an. Mereka lupa, mereka tidak mau mencoba, terlalu sibuk dengan berbagai urusan fana. Bukan berarti saya berkata bahwa semua urusan selain menghapal al-qur’an adalah salah, tapi alangkah indahnya diantara menit-menit penting dalam hidup kita ini, terselip lantunan suara penghapal qur’an. alangkah indahnya, bila diantara detak jantung yang terus berdetak hingga tutup usia ini, ada detak yang mengiringi lantunan hapalan qur’an kita. Bukan masalah cerdas atau tidak cerdas, juga bukan masalah penguasaan bahasa arab, puluhan juta orang arab yang tidak hapal qur’an, kuncinya ada pada  azzam yang benar-benar kuat, azzam yang mampu mengalahkan kantuk di tengah pagi, azzam yang mampu membuat kita bertahan duduk barang lima belas menit di masjid untuk tilawah dan mengahapal al-qur’an. Semoga Allah menguatkan hati kita, mempertemukan kita dengan jama’ah penghapal qur’an yang senantiasa menginspirasi berlomba-lomba dalam kebaikan, dan akhirnya, mempertemukan kita dengan jama’ah pengahapl qur’an di surgaNya nanti.

Wallahu’alam bisshawab, barokallahu’alaikum jami’a. Wassalam,,

Manusia, khalifatul fil ardh?

Allah telah menciptakan manusia sebagai khalifah di atas muka bumi ini. Khalifah di sini bisa bermakna bahwa Allah menjadikan kita manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi ini. Allah yang maha pengasih dan penyayang tentu menginginkan kita untuk juga berbuat pengasih dan penyayang kepada seluruh makhluk-Nya. Nah, pertanyaan besar selanjutnya adalah apakah yang bisa menjadi panduan bagi kita, apakah yang bisa menjadi pedoman bagi kita? Karena di atas muka bumi ini tentu terbentang banyak jalan, kita selaku manusia bisa dikatakan bebas untuk berbuat apa saja yang kita inginkan. Di tengah kebingungan itu, Al-Qur’an dan Rasulullah adalah jawabannya. Simpel saja, ketika kita ingin berbuat sesuatu, kita tinggal bertanya pada diri kita, “Mungkinkah Rasul akan melakukan ini?” Misalnya, ketika kita lewat di depan seorang pengemis, kita hanya punya uang yang pas-pasan, kiat bimbang harus menyedekahkan atau tidak, kita tinggal berpikir, jika posisi itu ada pada rasulullah, apa yang akan beliau lakukan, dengan tanpa ragu, tentu kita akan berkata, bahwa Rasulullah pasti akan menyedekahkan uang tersebut, itulah salah satu contoh cara mengambil peran atau tindakan yang tepat  dalam suatu kondisi di sisi lain hal ini pun sekaligus merupakan aplikasi dari menjadikan Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup kita.

Sebagai khalifah di atas muka bumi ini, tentu ada karakter-karakter yang harus kita miliki. Terkadang pun kita bingung, karakter seperti apakah yang harus kita miliki. Saya berpikir, bahwa kita merupakan wakil Allah di muka bumi ini, maka tentu kita pun harus memiliki atau memakai “karakter Allah”, maksudnya sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah, lalu dari mana kita tahu? Jawababnya ada pada asma’ul husna, pada 99 asma’ul husna terdapat 99 sifat Allah, kita bisa mengambil turunanya. Misalnya, sifat Ar-Rahman yang berarti pengasih, maka berarti kita pun harus bersifat pengasih pada orang0orang yang ada di sekitar kita. Contoh lain, Ar-Rasyid, yang artinya Yang maha cerdas, itu artinya kita pun harus menjadi seseorang yang cerdas, begitu seterusnya. Hal ini lah yang coba dijelaskan oleh Ari Ginanajar Agustian, pendiri ESQ Training 165, tentang penghayatan nilai-nilai asma’ul husna dalam kehidupan kita. Wallahu’alam bisshawab.

Rully Prassetya

Accounting Student, University of Indonesia

Gue Nggak Bakat Ngapal Qur’an (?)

Bismillah,,

“Wa Laqod Yassarnal Qur’ana Lidzzikri…”, “dan sungguh telah kami mudahkan Al-qur’an untuk dingat”

Mungkin banyak diantara teman-teman yang merasa mengahapal Al-Qur’an itu begitu sulit. Ketika udah hapal ayat 1-5, mau ngapal ayat ke enam, eh ternyata yang 1-5 sampe lima lupa lagi, ulang lagi ngapal 1 ampe 5, eh yang ayat ke enam lupa lagi. Saya pun juga mengalami hal yang serupa. Berikut tips-tips saya kepada teman-teman semua

Pertama, usahakan memakai qur’an yang sama. Jangan mengganti-ganti al-qur’an terlalu sering. Otak cenderung merekam posisi dari sebuah ayat al-qur’an yang kita baca, jika kita sering gonta ganti Al-Qur’an, tentu akan memberatkan kerja otak kita.

kedua, saya pernah membaca, bahwa apabila kita mengulang membaca ayat al-qur’an sebanyak tujuh kali untuk menghapalnya, insyaallah akan membuat kita langsung ingat, mungkin bisa kita coba.

Ketiga, pahamilah, bahwa salah satu hikmah Allah membuat kiat mengulang-ulang hapalan kita adalah untuk memperbanyak amal ibadah kita, bisa kita bayangkan apabila alalm satu kali menghapal Al-qur’an kia langsung ingat, tentu peluang kita untuk mengulang-ulang membacanya akan semakin sedikit, padahal satu huruf al-qur’an jika dibaca insyaallah akan bernilai sepuluh pahala.

Keempat, perbanyalah berinteraksi dengan Al-qur’an. Jika kita ingin dekat dengan seseorang, tentu kita harus sering bertemu atau berkomunikasi dengannya, begitu juga jika kita ingin dekat dengan al-qur’an.kita harus sering-sering membacanya dan menjadikannya sahabat kita, sehingga insyaallah kita akan semakin mudah membacanya.

Last but not the least, dalam menghapal Al-Qur’an sangat dibutuhkan keistiqomahan kita. Kecerdasan merupakan hal yang kesekian, tapi keistiqomahan merupakan hal yang utama.

 

Oke teman-teman semua, jangan pernah lagi mengatakan bahwa kita nggak bakat ngapal qur’an, inagtlah janji Allah, bahwa sungguh al-qur’an itu telah dimudahkan allah untuk dihapal, ok! Wassalam, wallahu’alam bisshawab,,

Pentingnya Amal Unggulan

Dalam teori bisnis, salah satu strategi bisnis perusahaan adalah focus strategy. Pada strategi ini, sebuah perusahaan akan berfokus pada satu macam produk saja, misalnya pada handphone saja, atau pada aksesoris handphone saja. Keuntungan dari strategi ini adalah perusahaan hampir dapat dipastikan akan menjadi the best di industri tersebut karena segala research&development nya serta marketing dan pengembangan operation processnya berfokus pada satu bidang saja sehingga pada akhirnya ia akan menjadi perusahaan yang leading dalam industri tersbeut, dalam hal inovasi, cost, dll.

Apabila kita ambil hikmahnya, alangkah sangat baik apabila kita memiliki suatu amalan unggulan dalam hidup ini. Suatu amalan yang tidak pernah kita tinggalkan dalam hidup kita. Para sahabat Rasullullah, terkenal sebagai sahabat yang terspesialisasi, misalnya sahabat ustman dengan infaknya, ibnu mas’ud dengan bacaan qur’annya, zait bin tsabit dengan kemampuan sekretarisnya, khalid bin walid dengan jihadnya, abu hurairah dengan pengetahuan haditsnya, dll. Terlihat bagi kita bahwa mereka semua memiliki suatu spesialisasi tertentu. Sudahkah kita memiliki suatu amalan unggulan? Ada sangat banyak pilihan bagi kita semua, misalnya selalu berinfak setiap hari, atau tak pernah bolong membaca ma’tsurat, selalu shalat dhuha, dll.

Saudara ku, sudahkah kita memiliki amalan unggulan? Wallhu’alam Bisshawab.

Catcil

Catatan harian, sabtu, 20 juni 2009

v  Betapa inginnya kita menjadi seorang ‘abdan syakuraa, seorang hamba yang bersyukur pada Tuhannya, atas segala nikmat yang telah Ia limpahkan kepadanya. Allah SWT telah memberikan nikmat kesehatan, nikmat waktu, nikmat orang tua, dan yang terpenting nikmat hidayah berupa islamnya agama kita saat ini. Masihkah kita ingkar kepadaNya? Tidak kah kita malu pada Allah, Ia telah memberikan limpahan karunia yang besar dan banyak, sedangkan kita hanya menjadi orang yang terlena dengan segala kehidupan dunia kita, tanpa pernah berusaha untuk membuatnya berharga, tanpa pernah berusaha untuk membuatnya bernilai. Aku, memaknai kemusliman ku sebagai sesseorang yang benar-benar bermanfaat bagi orang yang ada di sekitarku, dan untuk itulah aku selalu berusaha untuk mencapai kualitas diri yang maksimal sehingga bisa memberikan kebermanfaatan yang maksimal pula, ingat, orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan apa-apa.

v  Setiap kita dilahirkan denga potensi diri masing-masing, semua orang pasti punya potensinya. Berdo’alah pada Allah agar ia menunjuki kita apa potensi terbesar yang ada dalam diri kita.

v  Betapa indahnya menjadi seseorang yang sangat dekat Allah. Semua orang dekat secara fisik dengan Allah, namun sudahkah ia dekat secara batin, dan sudahkah kedekatan fisik tersebut membuat ia semakin bersemangat untuk menjaga diri dari kemaksiatan dan bersemangat untuk meninggalkan keburukan?

v  Ketika kita dekat dengan Allah, segalanya akan terasa indah karena kita dapat mengadukan segala pada Allah. Allah, betapa kuingin menjadi orang yang dekat dengan mu.

v  Gambaran Rully di masa depan:

  • Hafidz qur’an 30 juz
  • Telah membaca tafsir al-qur’an
  • Sangat lancar berbahasa arab dan inggris
  • Sangt menguasai bidang ekonomi
  • Menjadi kepala di BPK atau KPK atau PPATK atau gurbernur BI
  • Sangat bermanfaat bagi orang di sekitar

v  Lalu apa yang akan kita lakukan untuk mencapai itu semua? Jawabanya tentu selalu membawa semangat beribadah pada Allah dalam setiap etik kehidupan kita, hanya Allah lah yang bisa membuat kita bangkit disetiap kegagalan yang kita dapatkan, hanya Allah lah poros kehidupan kita. Walladzina amanuu asyaddu hubballillah,,, dan orang-orang beriman itu sangt bersangatan cintanya kepada Allah.

Semoga sukses, perbanyak baca buku dan qur’an, Allah cinta pada kita, sangat banyak rahmat yang ia beri pada kita,,,, Ia maha kuasa atas segala sesuatu,,

Kekuatan Fokus

“ketika anda pergi ke warnet untuk mendownload sesuatu. Lalu ketika membuka window-nya, anda membuka beberapa tab. Ada yang email, google, detik.com, eramuslim.com, kompas.com, situs beasiswa, blog pribadi,  lalu kemudian baru situs yang anda ingin buka sejak awal. Ketika Anda membaca halaman demi halaman setiap situs di tab tersebut, tak terasa setelah satu jam ngenet, tujuan utama anda untuk datang ke warnet tersebuat belum tercapai sama sekali”

“Pada suatu hari, seorang guru mengajak tiga orang muridnya (A,B, dan C) pergi memanah ke sebuah hutan. Setelah sampai ke tengah hutan yang lebat, sang guru melihat seekor burung cantik bertengger di atas sebuah dahan. Guru itu pun meminta muridnya satu persatu memanah burung tersebut. Ketika murid A mengangakat busur panahnya, sang guru bertanya, “anak ku, apakah yang kau lihat?” “Aku melihat seekor burung cantik wahai guru”, jawab murid A. “turunkan busur panahmu”, kata sang guru. Lalu dengan keheranan murid A tersebut menurunkan busur panahnya dan kembali ke arah teman-temannya. Kemudian murid B mengangkat busur panahnya. “Apa yang enkau lihat anakku?”, tanya sang guru lagi. “Aku melihat seekor burung goreng yang lezat, wahai guru” “turunkan busur panahmu”, perintah sang guru lagi. Kemudian sampailah giliran murid C. Ketika ia mengangkat busur panahnya, sang guru kembali bertanya “Anakku, apakah yang engkau lihat?” “Aku melihat leher burung tersebut tembus oleh anak panahku wahai guru”, jawab murid C. “Lepaskan anak panah mu”, perintah sang guru. Lalu murid tersebut melepaskan anak panahnya, dan ternyata memang anak panahnya tepat mengenai leher burung tersebut.

Teman-teman semua, hikmah yang bisa kita ambil dari dua ilustrasi di atas adalah bahwa dalam hidup ini, kita harus fokus dalam melakukan segala sesuatu. Ketika kita fokus, kita mengarahkan segala potensi dan energi yang kita miliki pada suatu hal, sehingga hasil yang akan kita dapatkan pun menjadi maksimal. Kita tidak akan menjadi kecewa atas apapun hasil yang kita dapatkan karena kita telah mengerahkan semua kemampuan yang kita miliki.

Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Faa idzaa faragta fanshab” (QS Al-Insyirah) yang artinya, maka apabila kamu selesai dari suatu urusan, maka kerjakanlah urusan yang lain. Ayat ini mengindikasikan kepada kita bahwa kita harus fokus dalam melakukan suatu hal, apabila hal yang pertama telah selesai, maka kita bisa melaksanakan hal selanjutnya.

Terakhir, mari kita selalu berupaya fokus dalam melakukan segala sesuatu dan melakukan yang terbaik yang kita bisa. Wallahu’alam bisshawab.